Tuesday, July 15, 2008

Last Minutes Holiday

Awalnya setelah mama dan adik-adikku datang dari jauh dan pulang, aku pikir itulah akhir dari liburanku. Tetapi pas di minggu terakhir tepatnya hari kamis, suamiku mengajak aku dan anak-anak untuk ke Puncak, karena kebetulan dia ada tugas hari jum'at sampai sabtu. Awalnya aku malas, karena dia pasti sibuk kerja deh... dan aku tetap bakalan sibuk ngurus anak-anak sendirian. But... since he convinced me that he won't be so busy, I finally say yes. Akhirnya jum'at siang setelah shalat jum'at kita berangkat ke Puncak... Yipeee Syahan senang sekali karena aku bilang "Syahan, we're going to the mountain."

Memang ternyata suamiku tidak sesibuk yang aku bayangkan. Bahkan aku merasa kita lagi honeymoon...ha..ha..ha karena dia sama sekali tidak sibuk. Memang beberapa temannya bawa keluarga juga, tapi kita gak saling say hi (???, ini salah bapak-bapaknya yang gak ngenalin kita satu sama lain, atau memang bawaanku yang susah bilang hi duluan..he..he..he).

Jum'at malam kita habiskan di hotel, Syahan dan Kassandra akhirnya ketemu sama bath tub lagi..he..he..he dan puas mandi air panas sampai semua gelembung sabun hilang dan kulit mereka keriput seperti kismis. Sabtu pagi, we start our last minutes holiday, pertama sekali kita ke Puncak Pass, pengennya sih makan poffertjes sama ngopi disana, tapi karena kita masih pada kenyang, akhirnya kita cuma keliling-keliling disana sambil naik kuda (tawar harganya karena mereka harga tinggi banget Rp,50,000.- sekali keliling) , Kassandra just love horses. Sempat kebayang juga sih alangkah indahnya kalau kita bisa ke puncak lagi dan nginap di Puncak Pass, ada spa juga lagi.

Setelah capek keliling puncak pass, kita jalan lagi ke masjid Atta'awun, ini mesjid full of memory deh, karena pas kita honeymoon dulu kita juga main ke mesjid ini. Masih seindah dan semegah dulu. It felt so peacefull here. Tetapi selesai dhuha, kita lihat ke jalan wuihhh, kok macet total sih? akhirnya dapet info dari bang Riza kalau tiap sabtu minggu memang sering diberlakukan buka-tutup jalan. Sayang banget ya pake macet juga, kalau gak pake macet mungkin perjalanan kesana lebih fun.

Dan akhirnya kita menunggu sekitar 45 menit sebelum jalan dibuka lagi. Dan our last stop adalah gunung mas, perkebunan teh punya pemerintah yang open for public. Asyik juga jalan-jalan keliling kebun teh, udaranya masih segar banget, apalagi sebelum jam 10 pagi. Lagi-lagi Kassandra ngelihat kuda (pasaran di gunung mas Rp,20,000.- sekali keliling), dan demi menyenangkan anak ya udahlah. Naik kuda lagiii..... Pulangnya aku gak lupa menukarkan tiket masuk dengan teh hasil perkebunan sana, lumayan dapet 3 sachet teh hitam.

Pengennya sih kita ke taman safari, karena Kassandra belum pernah kesana, tapi apa boleh buat kita punya janji buat sore itu dan akhirnya Gunung Mas jadi our last stop. Maybe next time kalau persiapan dan waktunya lebih memadai kita ke Taman Safari ya Kassandra. Sayangnya aku gak bawa kamera deh jadi fotonya terpaksa yang polaroid. Jangan lupa bawa kamera deh, lumayan bisa menghemat lho karena tiap polaroid harganya Rp,20,000.-

Walaupun singkat tapi liburan kali ini cukup bikin aku refresh deh, lumayan juga ngelihat suasana yang lain selain rumah, supermaket dan sekolah anak..ha..ha..ha. Terima kasih banyak buat suamiku yang udah ngajakin kita jalan-jalan dan benar-benar taking care of the kids while we were there (ajaibnya mereka gak nakal tuh disana..kasihan sama ayahnya mungkin ya). Thanks a bunch honey...I LOVE YOU.

Friday, June 20, 2008

My Big family


I Love my friends… we play each day, I listen to the things my teacher say
But the people I love especially, are me and my family (song from Barney series)


Tahun ini Mama, adik perempuanku sekeluarga, dan adik bungsuku menyempatkan diri untuk menjenguk aku di sini. Menyenangkan sekali karena biasanya kalau bukan aku yang pulang ke Aceh untuk menjenguk mereka paling-paling cuma mama yang datang ke Jakarta. It was almost complete , sayangnya abangku yang kedua gak bisa datang karena lagi ada keperluan yang lebih mendesak. Aku excited banget, rasanya sulit deh untuk dijelaskan dengan kata-kata… berkumpul bersama mereka jadi terasa spesial banget deh, apalagi saat mereka menginap dirumahku.


Ayu, Yudha, dan Khalif

Dengan adikku yang perempuan kita bisa bertukar cerita sambil ngapain aja lah, kadang sambil memasak , mengejar-ngejar anak yang kadang bermain over the line dan yang paling lucu adalah sambil menemani adikku menyusui keponakanku Khalif (yipppeeee.. hidup ASI)..ha..ha..ha pasti kebayang dong serunya dua ibu bercerita, apalagi saudara kandung. Nah kebetulan juga pada saat Ayu (nama adik perempuanku) disini, dia juga berulang tahun ke 27... HAPPY BIRTHDAY DEAR SISSY…. Melihat dia sekarang aku jadi kagum, terus terang aja pada saat masih gadis dia tuh tomboy banget, tapi sekarang berubah menjadi fun and cool mum.


Mama dan Khalif

Dengan mamaku… well, what can I say??? She’s just amazing, kalau secara paket beliau ini almost complete. Beliau cantik, pintar sekali memasak, dan kaya pengalaman hidup . Memang sih kita jarang akur pada saat aku masih gadis dan Bapak masih ada, karena aku anak kesayangan Bapak dan menurut mama aku terlalu dimanja… sedangkan aku merasa mama kurang menyayangi aku dibandingkan dengan anak-anaknya yang lain Tetapi setelah bapak meninggal dan aku menikah, aku baru belajar buat mencintai mama secara tulus dan memahami mama. Buatku sekarang mama sangat berharga, disatu sisi mama adalah satu-satunya orangtua yang aku punya, disisi lain aku menganggap mama sebagai a person to run to kalau aku punya masalah. Pastinya memang mama lebih banyak pengalaman dari aku dan seringnya nasihat-nasihat mama tuh jitu. Bersyukur deh punya mama seperti ini. I LOVE YOU MOM.


Adit yang makin tambun

Sedangkan adik bungsuku yang cowok, namanya Adit, beda umur jauhhhh banget dengan aku, sekarang dia umurnya 11 tahun (beda 19 tahun dengan aku), sama mama dia dimanja banget. Jadi sebel banget kadang kadang, karena pada seusia dia dulu kita sering banget diomelin sama mama, nah dia malah dimanjaaaa banget… mungkin karena mama udah lama gak punya anak kecil kali ya, jadi memperlakukan dia tuh sama seperti memperlakukan cucu-cucunya. Dulu waktu dia kecil manjaaa banget sama aku, tapi sejak aku pindah ke Jakarta menyusul suamiku, dia jadi agak malu, padahal dulu tidur sama aku dan kalau aku kemana-mana pasti dia gak lupa aku ajak. Termasuk saat aku pacaran..he..he..he Udah gede ya Adit.

Syahan dan Kassandra juga senang sekali kedatangan saudara-saudaranya dari jauh, Syahan jadi manja sekali sama Nyak Cik nya (panggilan orang aceh untuk neneknya), apalagi dengan Khalif dan Adit. Bawaannya maiiiin terus, bahagia benar Syahan dan Kassandra, ketemu sepupu dan Cik Muda (panggilan buat Adit). Apalagi selama mereka disini Om Riza dan Tante Yuli-nya Syahan (abang tertuaku dan istrinya) Jadi sering kemari atau kita yang main ke rumah mereka di Bukit Sentul, jadi ngumpuuuul teruusssss lah. IT’S A BLESSING…ALHAMDULILLAH
Bertemu dengan mereka membuat aku merasa bersyukur sekali, bersyukur punya keluarga yang lumayan ramai, apalagi kami rata-rata suka sekali ngebanyol dan batasan antara orang tua dan anak maupun anak menantu hampir gak ada . We are a silly family, syukurnya pasangan kita semuanya juga bisa menyatu dengan kondisi keluarga kita. Rasanya hangat, akrab dan penuh tawa deh berkumpul bersama mereka. Terutama disaat kita semua sudah berkeluarga dan punya kesibukan masing-masing. Perasaan yang aku miliki disaat berkumpul dengan mereka rasanya sulit digambarkan dengan kata-kata, dan seolah tidak akan terganti dengan apapun. Keluarga dan saat-saat berkumpul dengan mereka benar-benar irreplaceable. I JUST LOVE MY FAMILY… Mudah-mudahan kita sering-sering ketemu ya… Kali lain kita harus komplit sama Bang Razi, kak Ima dan the beautifull Suci.

Saat mereka harus pulang setelah 2 minggu disini bikin aku menjadi sediiih banget, aduhh kapan ya bisa kumpul lagi, aku jadi membayangkan saat keluarga kami masih lengkap dan tinggal di satu rumah, dulu kamar mama dan Bapak adalah tempat favorit kami berkumpul, nonton TV sambil tiduran di tempat tidur mama... Seringnya sih mama jadi kebakaran jenggot tapi Bapak selalu membela kami..ha..ha..ha.

Syahan nangis bombay saat mereka pulang, bikin aku makin nelangsa... Mungkin dia juga ikut merasakan indahnya berkumpul dengan keluarga besar... Sabar ya Syahan... We'll meet again.. SEE YOU DEAR FAMILY...

Saturday, March 1, 2008

Ayat-Ayat Cinta




This is the talk of the year.... Siapapun pasti tahu dan kenal Ayat-ayat cinta, baik itu novelnya karya Habiburrahman El Shirazy maupun filmnya (disutradarai Hanung Bramantyo) yang sekarang sedang tayang di bioskop. Aku agak terlambat mengenal novelnya, karena aku agak skeptis, bisa gak ya aku memahami isi novelnya yang sangat islami? Ada keraguan di dalam benak aku kalau nantinya akan berat mengerti isi dari novel itu, karena sering dikatakan kalau novel ini juga berisi dakwah islam. Tapi karena seringnya mendengar potongan iklan filmnya di radio Female, rasa penasaran akhirnya mengalahkan rasa raguku. Pucuk dicita ulam pun tiba, hari jumát kemarin suamiku meminjam novelnya dari teman sekantor, dan didalam perjalanan pulang dia menelpon... Bunda, ini bagus sekali.. kamu pasti suka.

Sesampainya suamiku dirumah, suamiku bilang kalau pemilik buku ini (which is a man) sampai menangis membacanya, haru sekali... makin penasaran lah aku, jarang sekali kan laki-laki menangis, apalagi short comment yang ada di pembukaan buku juga memuji-muji. Aku pun membaca novel itu, dan aku tidak bisa berhenti begitu membaca, aku selesai membacanya dalam kurun waktu 5 jam. Memang hampir setiap bagian bukunya memiliki nilai dakwah yang kental, tapi aku tidak perlu mengerutkan kening untuk mengerti, karena disampaikan secara ringan dan catatan-catatan kakinya sangat membantu untuk memahami. It's a wonderfull story. Novel ini mengangkat nilai toleransi terhadap agama lain yang semakin jarang terlihat dicontohkan dikehidupan nyata, mengenalkan sosok ideal muslim dan muslimah dalam diri Fahri dan Aisha (aku yakin nanti pasti banyak ibu-ibu yang menamakan anaknya Fahri dan Aisha karena novel ini..ha..ha..ha), dan mengingatkan aku kalau orang baik dimana-mana juga pasti bertemu orang baik.

But.. I did not shed a tear when I read the book, memang aku merasa sejuk dan damai setelah membaca novel ini, tapi gak sampai nangis. Karena menurut aku didalam buku ini yang dijelaskan secara gamblang adalah point of view nya Fahri dan aku kurang bisa membaca perasaan dan ekspresi dari tokoh lain. Yang makin bikin aku penasaran, akhirnya di hari sabtu aku mengajak suami untuk menonton filmnya.

Aku selalu berpendapat kalau buku selalu lebih bagus dari film dengan judul sama, tapi ternyata aku salah. Filmya bagussss sekaliiiii, lebih kaya warna . Kalau di novel tokoh Aisha digambarkan sangat ideal dan tidak memiliki keraguan, di film tokoh Aisha digambarkan lebih membumi, memiliki sekilas keraguan dan rasa cemburu (walaupun dalam konteks yang tetap muslimah ideal). Dan Maria, aduh aku jadi ngenes banget lihat tokohnya, she's really fragile and she's my favorite (two thumbs up for Carissa Putri yang sukses memerankan Maria). Aku benar-benar menangis disaat menonton filmnya. apalagi melihat tokoh Maria. Cerita filmnya tidak 100% sama, tapi tidak melenceng dari garis besar bukunya. Indah sekali dan benar-benar mengaduk-aduk perasaan (psst, suamiku juga ikut haru lho). Saat menonton filmnya, kita seolah-olah dibawa untuk ikut merasakan perasaan tokohnya, melihat indahnya Mesir (padahal syuting dilakukan di India, Jakarta dan Semarang, gak ada yang di Mesir). Aku gak mau cerita isi filmnya, karena terlalu indah buat diceritakan. Bagian yang menjadi favoritku adalah saat Fahri dipenjara dan di berikan nasehat oleh teman satu selnya yang notabene adalah kriminal (ini berbeda dengan di buku, yang ,yang menceritakan teman satu sel Fahri adalah orang-orang baik yang sama sama tersandung fitnah), yang mengingatkan aku akan pepatah "Jangan melihat siapa yang bicara, dengarkan apa yang dibicarakan". Pesan dakwah memang tidak harus keluar dari alim ulama ya, asalkan kita mau membuka hati, pasti pesan kebaikan bisa berasal dari siapaun juga.

So Guys and girls, please do buy the book and watch the movie, both are great. Jadikan koleksi dan hadiahkan buat orang-orang tersayang. Kalau Syahan dan Kassandra sudah dewasa, this is definitely the book I will urge them to read. Mudah-mudahan makin banyak cerita yang menggambarkan tokoh ideal seperti Fahri, Aisha dan Maria. Supaya anak-anak kita mengenal tokoh yang utuh islami, penuh ilmu, penuh kasih. Intinya mereka tokoh-tokoh yang idealis tanpa fanatisme berlebih... Amin.

(Gambar buku diambil dari tribuku.com dan gambar film dari www.rumahfilm.com)

Sunday, February 17, 2008

Waltzing Matilda

Entah kenapa semalam aku mimpi tante Rheny nyanyi lagu Waltzing Matilda (setelah aku browsing aku tahu kalau tante Rheny nyanyi yang versi US), apa mungkin tante Rheny bentar lagi jadi warga negara Australia ya (???). Ini lagu memang terkenal banget, bahkan anakku, Syahan juga tahu reffrain dari lagu ini. Wah jadi iseng lah browsing nyari lirik lagunya, maksudnya mau belajar nyanyi bareng sama Syahan..he..he..

Selama browsing, aku juga ngedapetin cerita dibalik lagu yang diciptakan oleh A.B(Banjo) Paterson ,seorang penulis puisi dan nasionalis Australia tahun 1895, dan menjadi lagu cerita rakyat yang paling populer di sana. Lagu ini pertama kali di nyanyikan di depan umum tanggal 6 april 1895 di Queensland, dan popularitasnya di dongkrak saat lagu ini jadi jingle iklan teh oleh Billy Tea Company. Saking populernya ini lagu sempat di nominasikan untuk jadi lagu kebangsaan Australia, cuma pada saat voting kalah sama "Advance Australia Fair ". Dan sampai ada museum yang bernama the Waltzing Matilda Centre in Winton, Queensland. Walaupun populer sampai akhir tahun 2007 lagu ini tidak pernah dijadikan lagu nasional...I wonder why? mungkin karena cerita dari lagu itu sendiri ya?

Walaupun memang ada beberapa versi yang berbeda dari liriknya, tapi inti ceritanya tetap sama, yaitu seorang pengembara pencari kerja yang menyeduh teh didalam sebuah billy can dibawah sebuah pohon disamping danau kecil. Lalu dia mencuri seekor domba yang minum di danau untuk bekal perjalanannya. Pada saat pemilik domba datang bersama 3 prajurit, daripada ditangkap, sipengembara memilih buat terjun ke dalam danau itu dan menghantui danau itu selamanya.

Pertama aku kira lagu ini tentang orang yang berdansa waltz . Ternyata salah besar ya..ha..ha karena waltzing matilda disini artinya teman seperjalanan berupa swag (ini di wordweb artinya selimut, atau pakaian yang tergulung atau tas dan berisi barang berharga, tapi cara ngedapetinnya ilegal). Nah kenapa swag ini sering di konotasikan sebagai wanita, masih gak jelas juga.. mungkin karena biasanya cuma swag inilah teman seperjalanan dari seorang swagman alias pengembara yang biasanya lelaki. Nah Matilda ini juga pernah diartikan sebagai Jaket tentara Jerman (karena juga memberikan kehangatan layaknya wanita..hallahh...ini agak SARA ya), dan Matilda sendiri pernah juga diartikan sebagai tank temtara inggris di jaman baheula dulu. Kocak juga ya.

Nah kalau Indonesia pernah kecolongan sama Malaysia soal urusan batik dan reog, lagu Waltzing Matilda sendiri tahun 1941 di patenkan oleh Amerika sebagai karya asli (nah lo), walaupun hak ini tidak berlaku di Australia. Sedangkan di Australia sendiri tahun 1907 Paterson menjual hak lagu ini kepada penerbit Angus and Robertson. Nah kalau mau tahu yang mana Banjo Paterson, liat aja uang Aus$.10.- dia itu cowok bertopi yang ada di uang $.10.-

(Sumber: Wikipedia dan National Institutes of Health, Department of Health & Human Services, dan http://www.wallisandmatilda.com.au/banjo-paterson-biography.shtml)

Buat yang mau ikut nyanyi nih aku kasih lirik yang aku ambil dari sitenya National Institutes of Health, Department of Health & Human Services. klik di kids.niehs.nih.gov/lyrics/matilda.htm buat ngedengerin alunan lagunya.

Waltzing Matilda (US Version)

Once a jolly swagman sat beside the billabong,
Under the shade of a coolibah tree,
And he sang as he sat and waited by the billabong
You'll come a waltzing matilda with me
Waltzing matilda waltzing matilda
You'll come a waltzing matilda with me
And he sang as he sat and waited by the billabong
You'll come a waltzing matilda with me.

Down came a jumbuck to drink beside the billabong
Up jumped the swagman and seized him with glee
And he sang as he tucked jumbuck in his tuckerbag
You'll come a waltzing matilda with me
Waltzing matilda, waltzing matilda
You'll come a waltzing matilda with me
And he sang as he sat and waited by the billabong
You'll come a waltzing matilda with me.

Down came the stockman, riding on his thoroughbred,
Down came the troopers, one, two, three.
"Where's the jolly jumbuck you've got in your tuckerbag?
You'll come a waltzing matilda with me
Waltzing matilda, waltzing matilda
You'll come a waltzing matilda with me
And he sang as he sat and waited by the billabong
You'll come a waltzing matilda with me.

Up jumped the swagman and plunged into the billabong,
"You'll never catch me alive," cried he
And his ghost may be heard as you ride beside the billabong,
You'll come a waltzing matilda with me.

Aku jadi penasaran juga sama cerita dibalik lagu Indonesia, browsing lagi ahhh.

Thursday, January 24, 2008

I (wish that I) am a celebrity

http://www.myheritage.com/collage


Suka ngelihat Celebrity Look a like nya tante Ami, jadi pengen deh... iseng ya.
Hebatnya yang mirip tuh famous semua, at least aku tahu semuanya, tapi mirip apa enggaknya tau ah... ha..ha..ha

Thursday, December 13, 2007

Syahan's First Tour with Friends

Syahan dengan guru dan temannya












Tanggal 12 desember lalu, Syahan dan teman2 sekolahnya punya agenda tour ke Taman Safari Indonesia di Cisarua Bogor... Wah kebayang kan senangnya Syahan, dari 3 hari sebelum pergi dia udah ngomong mau liat macan, monyet dan katanya mau liatin gajah buat dek Kassandra (Kassandra paling senang sama gajah). Memang sih Syahan udah pernah kesana sama om Riza dan tante Yuli-nya tapi pada saat itu Syahan masih 1 tahun lebih, jadi belum paham banget. Dan kali ini kan sama teman sekolahnya. Aku sih pengen banget bawa Kassandra, tapi apa boleh buat karena Ayahnya gak bisa cuti dan aku gak pede kalau harus nyetir sampai ke puncak sendirian, jadilah aku meninggalkan Kassandra dengan mbaknya di rumah dengan sangat berat hati.

Jam 8 pagi kita berangkat dari sekolahnya Syahan menggunakan bis sewaan, wah walaupun anak yang ikut cuma 11 orang (sekolah Syahan muridnya cuma 14, dan hari itu ada 3 anak yang batal ikut). Tapi ternyata busnya penuh, karena ada orang tua dan pengasuhnya juga. Kita sampai di taman safari jam 9 lewat, setelah tour leadernya mengurus tiket masuk, kita langsung ke safari track (yang buat mobil) dan melihat binatang2 di alam terbuka... Syahan antusias banget deh... semua binatang dikomentari..."Bunda, itu hippo (kuda nil), itu monyet, mana ularnya, burung hantunya kok bobok dst,dst... aku jadi tour leader pribadi buat Syahan deh..he..he..he.. Dan serunya lagi karena binatang2nya kadang2 ada di kanan, kadang di kiri... Kita semua jadi heboh pindah2... pas tour leadernya bilang ...yak disebelah kanan kita bisa lihat cheetah lagi berjemur... langsung deh yang ada disisi kiri geser ke kanan...(kebetulan aku dan Syahan dapat duduk disisi kiri), pas leadernya bilang ada singa yang sembunyi dibalik batu disebelah kiri, gantian deh yang kebagian duduk sebelah kanan bergegas ke kiri...ha..ha..ha seru banget deh, karena ternyata bukan cuma anak2nya aja yang heboh, orangtuanya juga... senang deh rasanya bisa ngelihat semua orang kompakan didalam satu bis.

Selesai safari track, kita balik ke tempat parkir, dan waktunya pas banget, karena pertunjukan gajah bakal di mulai (yang paling pagi pertunjukan gajah di hari rabu adalah jam 11). Sebelum pertunjukan dimulai aku sempat ngasih makan gajahnya pake wortel yang di jual disana (harganya Rp.5000.-). Sayang Syahan gak berani ngasih makan ke gajah, mungkin terintimidasi sama gedenya ya... Diantara anak2 cuma Rayhan yang mau ngasih makan ke gajah...bravo Rayhan. Pertunjukannya bagus banget, menceritakan tentang konflik antara manusia dan gajah yang disampaikan melalui operet kecil... hebatnya gajah2 itu pintar akting lho... seperti saat cerita sampai dimana gajahnya memakan racun yang dipasang sama manusia... bisa banget gajahnya berputar2 seperti orang pusing sebelum jatuh..Kita semua sampai geli. Ceritanya menarik dan the elephants are really cute.

Setelah itu kita melihat show aneka satwa, disini ada burung kakaktua, Nuri, anjing pudel, Kambing dan si orang utan yang bikin shownya sangat menarik. Setelah show kita istirahat makan siang. Setelah makan siang kita melihat show raja hutan yang menampilkan 3 harimau benggala, 3 harimau putih dan 3 harimau sumatera.. Entah kenapa kok aku punya gambaran sepertinya harimau sumatera itu lebih ganas ya dari harimau lainnya, apalagi di saat show para harimau sumatera itu kelihatannya lebih enggan menuruti perintah, mereka baru mau menuruti apabila si pelatih memberi daging potong mentah..pelatihnya juga kelihatan agak
repot, yang agak mendebarkan lagi harimau sumatera itu juga selalu mengejar tangan pelatih yang berbau daging... hiii... aku gak kebayang deh kalau aku jadi pelatihnya saat itu (mungkin harimau sumateranya punya insting "kita kan sama2 lokal, jadi wajar dong aku agak bandel..hi..hi..hi). Setelah show raja hutan ada satu show lagi yaitu show anjing laut, tapi berhubung hujannya belum berhenti semenjak makan siang, aku jadi urung ngajak Syahan karena shownya memang di open theatre gitu..


Nah setelah show2 yang terjadwal (dan gratis pula) kita punya acara bebas... kita milih untuk ke playground dan anak2 sempat naik beberapa wahana, hmm tapi kok aku belum puas ya? akhirnya aku ngajak mamanya Rayhan dan mamanya Anya buat ke baby zoo, berhubung malas jalan kita akhirnya memilih untuk naik mobil keliling dengan membayar Rp.10,000.- per orang. Dengan mobil itu kita keliling taman safari dan akhirnya sampai di baby zoo yang dekat dengan tempat parkir. Aku yang terakhir ke baby zoo ini dengan suami pada saat honeymoon jadi sedikit mengingat masa lalu deh..he..he..he. Menurut aku baby zoo ini pantang dilewatkan lho, karena disinilah kita bisa berfoto dengan anak2 binatang yang jinak2. Gak afdol deh kayaknya kalau ke sini tanpa membawa pulang foto dengan binatang.

Pada hari itu ada tiga yang bisa dipilih, yaitu orang utan, macan tutul dan bayi cheetah (i am not so sure, tapi jelas bukan anak singa deh soalnya ada tutul2nya diatas kepala. Bisa jadi anak macan tutul juga kali ya?). Selain foto2 dengan anak2 binatang disini juga ada kandang hippo kerdil, harimau putih, panda merah, dst yang bisa lebih jelas dilihat dibandingkan di safari track, anak2 pasti lebih puas.


Syahan benar2 memberanikan diri deh buat foto sama bayi macan ini. . . dia antara cemas dan excited. Karena walaupun baru 4 bulan tetap aja ukurannya sama dengan anak umur 3 tahun... kebayang juga gimana kalau dia ngamuk ya? Akhirnya dia milih ditemanin bunda aja deh... Jadi deh foto sama macan...Dan aku juga sempat foto sama bayi orangutan bernama Dika, wah tanganku dijilatin deh... Mungkin dia berfikir kita ini masih related kali ya...Ada untungnya juga si Syahan perginya sama aku, kalau sama si mbaknya pasti deh dia gak bakalan ke baby zoo (karena ini gak termasuk acara dari tour leadernya, aku malah heran kok dia gak nawarin buat kesana. Dan guru2 dan mama2 yang lain pada nyesal karena gak main kesana)

Setelah dari Baby Zoo kita pulang, sempat mampir ke Bogor buat beli roti unyil dan pulang ke rumah... Sesampainya di rumah Syahan gak berhenti2 nunjukin foto dia sama macan tadi sama ayahnya dan Kassandra. Dan dia juga mengulang cerita pertunjukan gajah tadi sama si mbak Kanah. He is definetely happy.

Dibalik cerita senang tadi ada rasa sedih dan miris yang tersisa di hatiku, karena populasi dari binatang2 liar itu sudah semakin sedikit, gajah sumatera aja sekarang cuma sekitar 3000 ekor, belum lagi harimau2nya. Sayang juga ya kalau mereka benar2 punah, jangan2 keturunan kita nanti cuma bisa mengenal mereka melalui buku dan patung2...hopefully not.
Tips:
- Kalau mau ke taman safari jangan lupa membawa jaket hujan, payung dan baju ganti, karena disana bisa dipastikan selalu hujan. Gak lucu kan kalau tournya ruin because of rain?
- Sempatkan ke Baby Zoo, rugi berat kalau tidak.
- Datang sebelum jam 11 karena dengan begitu kita bisa melihat seluruh show gratisnya...
- Bawa kamera sendiri, jadi gak usah ngeluarin uang extra untuk foto polaroid di baby zoo.
- Parents... make at least 1 time with your child(ren) to go here... It is really worth a lot.

Sunday, December 2, 2007

My Cute Kassandra's First Dip

Hmm... Nyebur gaya apa ya???

It's Amazing, for a first timer, she's doing really well. Pertama-tama memang takut. Trus diajak ke kolam kecil dan ciprat-cipratan air dulu, berendam. Dan sampai akhirnya aku ajak ke kolam besar dan guess what... dia gak takut waktu aku benar2 ceburin ke dalam air (dengan kepala terendam)..Sampai gak mau diajak pulang walaupun udah kedinginan berat hasil dari 45 menit berbasah ria.
She's just adorable...Spare me, a mother could never be objective about their child(ren). I wonder whether she could be the next Elsa Manora (ha..ha..ha)