Showing posts with label trips. Show all posts
Showing posts with label trips. Show all posts

Sunday, August 16, 2009

OUd Batavia Part 1 Museum Fatahillah


meriam jagur yang unik dan katanya magis

Tahu gak kalau J.P.Coen itu tingginya 3 meter?, trus pernah gak bertanya kalau istilah "duit" yang berarti uang itu asalnya dari mana? itu pengetahuan baru yang aku dan keluargaku dapatkan dari perjalanan kali ini. And I'm gonna share it with you.

Awalnya long weekend kali ini kami tidak akan kemana-mana, ada sih kepikiran buat jalan ke luar kota seperti Bandung atau Puncak, tapi begitu membayangkan macetnya, jadi keder juga. Tapi setelah dipikir lagi rasanya sayang deh kalau long weekend yang agak-agak langka cuma dihabiskan dirumah dan sekitar BSD, akhirnya kepikiran juga untuk mengunjungi oud Batavia atau kawasan kota tua Jakarta.

Memang ya, google is really my soul mate for this kind of thing, karena walaupun sudah tinggal selama 7 tahun di Jakarta dan sekitarnya aku sama sekali belum pernah menapakkan kaki di daerah kota tua (yang tersebar mulai dari stasiun kota sampai daerah pelabuhan sunda kepala). Pas googling ternyata banyak tempat yang ditawarkan untuk dikunjungi. Pilih punya pilih akhirnya ada beberapa tempat yang kami pilih yaitu museum Fatahillah, kampung Bahari, Pecinan Glodok, Jembatan Intan, dan museum wayang. Tujuan pertama adalah museum Fatahillah yang dulunya adalah staad Huis atau Balai kota Batavia.

Pertama kali sampai di pelataran museum ternyata lumayan ramai lho pengunjungnya, dan setelah membayar tiket masuk yang menurut aku kelewat murah (Rp.2000 untuk dewasa dan Rp.600 (???) buat anak-anak)kami memutuskan untuk memakai guide yang memang disediakan oleh pihak museum, biar lebih afdhal. Pilihan yang berakhir sangat baik. Selama kurang lebih 2 jam berkeliling, pengetahuan kami tentang isi museum dan sejarah Jakarta agak nambah. Kalau sempat gak pake guide yang ada mungkin kami akan bingung melihat koleksi museum ini.

Nah pengetahuan yang kami dapat lumayan unik dan bikin aku bersyukur banget hidup di zaman merdeka..ck ck ck, walaupun memang katanya masa Belanda lebih gak kejam dibandingkan Jepang, tetap aja merana banget nasib nenek moyang kita dulu. Bukan cuma kekejaman Daendels yang maksa bikin jalan Anyer-Panarukan dan rel kereta Jakarta-Surabaya, yang lain lebih banyak.

Pas ngelihat penjara misalnya, penjara laki-laki berbentuk kubah dan kalau ngebayangin kakek-kakek kita zaman dulu, jelas kayaknya mereka gak akan bisa berdiri bebas. dan aliran udaranya cuma ada 1 yaitu dari jendela yang ukurannya gak nyampe 2 meter. Dan di dalam ruangan penjara itu biasanya memuat 100 orang, bahkan pada saat pembantaian kaum tionghoa tahun 1793 penjara itu dipaksa untuk memuat 150 orang. Ngerinya lagi semua kegiatan dilakukan disana, dari BAK, BAB, huh...beneran deh harus bersyukur jadi orang merdeka. Penjara wanitanya kalau menurut Syahan lebih kejam..ha..ha..ha, agak tergenang air dan gelap karena berada di ruangan bawah tanah. Cut Nyak Dhien sempat dipenjara disana sebelum akhirnya dipindahkan ke Sumedang. Air minum buat tahanan, ya..sama deh dengan air minum buat kuda. Ada juga bunker tempat menghukum orang, katanya zaman dulu orang yang dihukum (kalau gak dihukum mati), bakalan diikat tangan dan kakinya, trus dimasukkan ke bunker yang berisi air sedada...dan kedalam air dimasukkan lintah..ueghhh.


pintu menuju balkon pengumuman eksekusi

Koleksi museumnya lumayan banyak walaupun sayangnya kurang terawat, dibagian luar ada patung dan meriam Jagur yang benar-benar unuk dan dipercaya berdaya magis, bahkan menurut guide-nya dipercaya menyuburkan kandungan wanita (masa sih?..)ada lukisan-lukisan, ukiran yang luar biasa rapi dan terbuat dari jati besi, perabotan, prasasti, beliung, guci, dst. Nah dari cerita guide-nya kami tahu kalau di abad 19 ada pasangan hartawan belanda baik budi yang doyan membagi kupon sembako namanya keluarga De Witt, konon dari namanya inilah orang batavia menyebut uang dengan sebutan duit. juga tahu kalau Balai Kota ini juga dipakai sebagai ruang pengadilan, tempat eksekusi mati juga. Nah, zaman dulu kalau hakim udah memutuskan buat menghukum seseorang, dia tinggal teriak aja dari balkon atas, lonceng dibunyikan untuk mengumpulkan masa dan para eksekutor dan algojo melaksanakan perintahnya di panggung bawah, ini jadi tontonan dan hiburan lho, bayakngkan aja dalam sehari bisa sampai ada 8 orang yang dihukum mati. Dan tahanan yang mau dihukum gak pernah tahu mereka bakal diapakan, karena mereka sama sekali gak pernah mengikuti sidang, so unfair. Mana cara memenggal kepalanya bukan cuma sekali, tapi berkali-kali biar seru (pshycotic banget kan).

Keluar dari museum rencananya mau mengunjungi museum wayang dan keramik yang ada di bangunan lain di kanan dan kiri museum Fatahillah, tapi sepertinya anak-anak udah mulai bosan, dan gak pengen maksa juga karena takutnya malah anti kalau diajak ke museum lagi. Akhirnya kami bersantai di Cafe Batavia yang nyaman dan sejuk sambil bersyukur kalau kami dan keluarga hidup di zaman bebas merdeka buah hasil perjuangan orang-orang yang mengorbankan segalanya demi merdeka. Karena sudah lumayan sore (keluar dari museum sekitar jam 2, kami memutuskan menyudahi perjalanan kali ini sambil berjanji akan menelusuri bagian kota tua yang lainnya di kali mendatang.

Tuesday, December 16, 2008

Field Trip 2008


panen yuk panen

Selalu saja ada yang dinanti tiap Desember oleh anak-anak Tadika Puri. Yaitu Field Trip... Kali ini tujuannya adalah propinsi sebelah yaitu Jawa Barat. Kegiatan yang ada di Rundown acara adalah Become a little Farmers, memetik strawberry di kebunnya langsung dan outdoor fun seperti Flying fox, Motocross dsb.


Most of the Crew


Jam 8 pagi kita berangkat dari sekolah anak-anak, dan pukul 10 pagi kita tiba di Farm "...." disini anak-anak dipisahkan dari orang tua untuk di ajak menjadi little Farmers oleh guide yang bernama Kak Tino. 1 jam aku dipisahkan dari kedua buah hatiku (hallah hiperbolik amat sih..) dan pada akhirnya mereka membawa hasil panenan pok coy dan labu siam. Rupanya selama 1 jam tersebut mereka diajar untuk merawat tanaman semenjak dari menyemai benih sampai memanen hasil. Juga mereka diajar untuk merawat binatang ternak, kali ini kelinci dan sapi. Aku memang gak melihat langsung, tetapi dari ekspresinya Kassandra dia happy sekali tuh

Tidak seperti perhentian pertama di Farm yang sukses berat, perhentian kedua di restoran (aku gak nyebut namanya deh, gak etis...)gak seindah yang aku bayangkan. Apalagi perjalanannya memang lumayan berat, sampai ada beberapa teman seperjalanan yang mabok darat. Makanannya just average lah, sedangkan kebun strawberry nya...wadyuhhh kok dikit banget ya yang berbuah. Trus permainan Flying Fox nya...tinggi banget buat ukuran anak-anak, aku aja yang dewasa ngeri. Sedangkan permainan motocross dsb terpaksa kita batalkan karena hujan yang gak mau kompromi.


Mbak Sari and Those available strawberries


Perhentian terakhir adalah daerah Dago, ada yang bershopping ria, tetapi karena aku gak niat beli-beli baju, akhirnya cuma beli oleh-oleh makanan di Kartika Sari. Setelah itu jam 5 sore kita pulang deh ke Tangerang.

My personal opinion buat perjalanan kali ini sih "Poor", karena memang yang menyenangkan cuma di Farm aja. But at least Kassandra is Happy and thanks God mereka gak rewel dan mabok di jalan, mungkin Allah memang kasihan sama aku yang harus baby sit 2 anak sekaligus.

Tuesday, July 15, 2008

Last Minutes Holiday

Awalnya setelah mama dan adik-adikku datang dari jauh dan pulang, aku pikir itulah akhir dari liburanku. Tetapi pas di minggu terakhir tepatnya hari kamis, suamiku mengajak aku dan anak-anak untuk ke Puncak, karena kebetulan dia ada tugas hari jum'at sampai sabtu. Awalnya aku malas, karena dia pasti sibuk kerja deh... dan aku tetap bakalan sibuk ngurus anak-anak sendirian. But... since he convinced me that he won't be so busy, I finally say yes. Akhirnya jum'at siang setelah shalat jum'at kita berangkat ke Puncak... Yipeee Syahan senang sekali karena aku bilang "Syahan, we're going to the mountain."

Memang ternyata suamiku tidak sesibuk yang aku bayangkan. Bahkan aku merasa kita lagi honeymoon...ha..ha..ha karena dia sama sekali tidak sibuk. Memang beberapa temannya bawa keluarga juga, tapi kita gak saling say hi (???, ini salah bapak-bapaknya yang gak ngenalin kita satu sama lain, atau memang bawaanku yang susah bilang hi duluan..he..he..he).

Jum'at malam kita habiskan di hotel, Syahan dan Kassandra akhirnya ketemu sama bath tub lagi..he..he..he dan puas mandi air panas sampai semua gelembung sabun hilang dan kulit mereka keriput seperti kismis. Sabtu pagi, we start our last minutes holiday, pertama sekali kita ke Puncak Pass, pengennya sih makan poffertjes sama ngopi disana, tapi karena kita masih pada kenyang, akhirnya kita cuma keliling-keliling disana sambil naik kuda (tawar harganya karena mereka harga tinggi banget Rp,50,000.- sekali keliling) , Kassandra just love horses. Sempat kebayang juga sih alangkah indahnya kalau kita bisa ke puncak lagi dan nginap di Puncak Pass, ada spa juga lagi.

Setelah capek keliling puncak pass, kita jalan lagi ke masjid Atta'awun, ini mesjid full of memory deh, karena pas kita honeymoon dulu kita juga main ke mesjid ini. Masih seindah dan semegah dulu. It felt so peacefull here. Tetapi selesai dhuha, kita lihat ke jalan wuihhh, kok macet total sih? akhirnya dapet info dari bang Riza kalau tiap sabtu minggu memang sering diberlakukan buka-tutup jalan. Sayang banget ya pake macet juga, kalau gak pake macet mungkin perjalanan kesana lebih fun.

Dan akhirnya kita menunggu sekitar 45 menit sebelum jalan dibuka lagi. Dan our last stop adalah gunung mas, perkebunan teh punya pemerintah yang open for public. Asyik juga jalan-jalan keliling kebun teh, udaranya masih segar banget, apalagi sebelum jam 10 pagi. Lagi-lagi Kassandra ngelihat kuda (pasaran di gunung mas Rp,20,000.- sekali keliling), dan demi menyenangkan anak ya udahlah. Naik kuda lagiii..... Pulangnya aku gak lupa menukarkan tiket masuk dengan teh hasil perkebunan sana, lumayan dapet 3 sachet teh hitam.

Pengennya sih kita ke taman safari, karena Kassandra belum pernah kesana, tapi apa boleh buat kita punya janji buat sore itu dan akhirnya Gunung Mas jadi our last stop. Maybe next time kalau persiapan dan waktunya lebih memadai kita ke Taman Safari ya Kassandra. Sayangnya aku gak bawa kamera deh jadi fotonya terpaksa yang polaroid. Jangan lupa bawa kamera deh, lumayan bisa menghemat lho karena tiap polaroid harganya Rp,20,000.-

Walaupun singkat tapi liburan kali ini cukup bikin aku refresh deh, lumayan juga ngelihat suasana yang lain selain rumah, supermaket dan sekolah anak..ha..ha..ha. Terima kasih banyak buat suamiku yang udah ngajakin kita jalan-jalan dan benar-benar taking care of the kids while we were there (ajaibnya mereka gak nakal tuh disana..kasihan sama ayahnya mungkin ya). Thanks a bunch honey...I LOVE YOU.

Thursday, December 13, 2007

Syahan's First Tour with Friends

Syahan dengan guru dan temannya












Tanggal 12 desember lalu, Syahan dan teman2 sekolahnya punya agenda tour ke Taman Safari Indonesia di Cisarua Bogor... Wah kebayang kan senangnya Syahan, dari 3 hari sebelum pergi dia udah ngomong mau liat macan, monyet dan katanya mau liatin gajah buat dek Kassandra (Kassandra paling senang sama gajah). Memang sih Syahan udah pernah kesana sama om Riza dan tante Yuli-nya tapi pada saat itu Syahan masih 1 tahun lebih, jadi belum paham banget. Dan kali ini kan sama teman sekolahnya. Aku sih pengen banget bawa Kassandra, tapi apa boleh buat karena Ayahnya gak bisa cuti dan aku gak pede kalau harus nyetir sampai ke puncak sendirian, jadilah aku meninggalkan Kassandra dengan mbaknya di rumah dengan sangat berat hati.

Jam 8 pagi kita berangkat dari sekolahnya Syahan menggunakan bis sewaan, wah walaupun anak yang ikut cuma 11 orang (sekolah Syahan muridnya cuma 14, dan hari itu ada 3 anak yang batal ikut). Tapi ternyata busnya penuh, karena ada orang tua dan pengasuhnya juga. Kita sampai di taman safari jam 9 lewat, setelah tour leadernya mengurus tiket masuk, kita langsung ke safari track (yang buat mobil) dan melihat binatang2 di alam terbuka... Syahan antusias banget deh... semua binatang dikomentari..."Bunda, itu hippo (kuda nil), itu monyet, mana ularnya, burung hantunya kok bobok dst,dst... aku jadi tour leader pribadi buat Syahan deh..he..he..he.. Dan serunya lagi karena binatang2nya kadang2 ada di kanan, kadang di kiri... Kita semua jadi heboh pindah2... pas tour leadernya bilang ...yak disebelah kanan kita bisa lihat cheetah lagi berjemur... langsung deh yang ada disisi kiri geser ke kanan...(kebetulan aku dan Syahan dapat duduk disisi kiri), pas leadernya bilang ada singa yang sembunyi dibalik batu disebelah kiri, gantian deh yang kebagian duduk sebelah kanan bergegas ke kiri...ha..ha..ha seru banget deh, karena ternyata bukan cuma anak2nya aja yang heboh, orangtuanya juga... senang deh rasanya bisa ngelihat semua orang kompakan didalam satu bis.

Selesai safari track, kita balik ke tempat parkir, dan waktunya pas banget, karena pertunjukan gajah bakal di mulai (yang paling pagi pertunjukan gajah di hari rabu adalah jam 11). Sebelum pertunjukan dimulai aku sempat ngasih makan gajahnya pake wortel yang di jual disana (harganya Rp.5000.-). Sayang Syahan gak berani ngasih makan ke gajah, mungkin terintimidasi sama gedenya ya... Diantara anak2 cuma Rayhan yang mau ngasih makan ke gajah...bravo Rayhan. Pertunjukannya bagus banget, menceritakan tentang konflik antara manusia dan gajah yang disampaikan melalui operet kecil... hebatnya gajah2 itu pintar akting lho... seperti saat cerita sampai dimana gajahnya memakan racun yang dipasang sama manusia... bisa banget gajahnya berputar2 seperti orang pusing sebelum jatuh..Kita semua sampai geli. Ceritanya menarik dan the elephants are really cute.

Setelah itu kita melihat show aneka satwa, disini ada burung kakaktua, Nuri, anjing pudel, Kambing dan si orang utan yang bikin shownya sangat menarik. Setelah show kita istirahat makan siang. Setelah makan siang kita melihat show raja hutan yang menampilkan 3 harimau benggala, 3 harimau putih dan 3 harimau sumatera.. Entah kenapa kok aku punya gambaran sepertinya harimau sumatera itu lebih ganas ya dari harimau lainnya, apalagi di saat show para harimau sumatera itu kelihatannya lebih enggan menuruti perintah, mereka baru mau menuruti apabila si pelatih memberi daging potong mentah..pelatihnya juga kelihatan agak
repot, yang agak mendebarkan lagi harimau sumatera itu juga selalu mengejar tangan pelatih yang berbau daging... hiii... aku gak kebayang deh kalau aku jadi pelatihnya saat itu (mungkin harimau sumateranya punya insting "kita kan sama2 lokal, jadi wajar dong aku agak bandel..hi..hi..hi). Setelah show raja hutan ada satu show lagi yaitu show anjing laut, tapi berhubung hujannya belum berhenti semenjak makan siang, aku jadi urung ngajak Syahan karena shownya memang di open theatre gitu..


Nah setelah show2 yang terjadwal (dan gratis pula) kita punya acara bebas... kita milih untuk ke playground dan anak2 sempat naik beberapa wahana, hmm tapi kok aku belum puas ya? akhirnya aku ngajak mamanya Rayhan dan mamanya Anya buat ke baby zoo, berhubung malas jalan kita akhirnya memilih untuk naik mobil keliling dengan membayar Rp.10,000.- per orang. Dengan mobil itu kita keliling taman safari dan akhirnya sampai di baby zoo yang dekat dengan tempat parkir. Aku yang terakhir ke baby zoo ini dengan suami pada saat honeymoon jadi sedikit mengingat masa lalu deh..he..he..he. Menurut aku baby zoo ini pantang dilewatkan lho, karena disinilah kita bisa berfoto dengan anak2 binatang yang jinak2. Gak afdol deh kayaknya kalau ke sini tanpa membawa pulang foto dengan binatang.

Pada hari itu ada tiga yang bisa dipilih, yaitu orang utan, macan tutul dan bayi cheetah (i am not so sure, tapi jelas bukan anak singa deh soalnya ada tutul2nya diatas kepala. Bisa jadi anak macan tutul juga kali ya?). Selain foto2 dengan anak2 binatang disini juga ada kandang hippo kerdil, harimau putih, panda merah, dst yang bisa lebih jelas dilihat dibandingkan di safari track, anak2 pasti lebih puas.


Syahan benar2 memberanikan diri deh buat foto sama bayi macan ini. . . dia antara cemas dan excited. Karena walaupun baru 4 bulan tetap aja ukurannya sama dengan anak umur 3 tahun... kebayang juga gimana kalau dia ngamuk ya? Akhirnya dia milih ditemanin bunda aja deh... Jadi deh foto sama macan...Dan aku juga sempat foto sama bayi orangutan bernama Dika, wah tanganku dijilatin deh... Mungkin dia berfikir kita ini masih related kali ya...Ada untungnya juga si Syahan perginya sama aku, kalau sama si mbaknya pasti deh dia gak bakalan ke baby zoo (karena ini gak termasuk acara dari tour leadernya, aku malah heran kok dia gak nawarin buat kesana. Dan guru2 dan mama2 yang lain pada nyesal karena gak main kesana)

Setelah dari Baby Zoo kita pulang, sempat mampir ke Bogor buat beli roti unyil dan pulang ke rumah... Sesampainya di rumah Syahan gak berhenti2 nunjukin foto dia sama macan tadi sama ayahnya dan Kassandra. Dan dia juga mengulang cerita pertunjukan gajah tadi sama si mbak Kanah. He is definetely happy.

Dibalik cerita senang tadi ada rasa sedih dan miris yang tersisa di hatiku, karena populasi dari binatang2 liar itu sudah semakin sedikit, gajah sumatera aja sekarang cuma sekitar 3000 ekor, belum lagi harimau2nya. Sayang juga ya kalau mereka benar2 punah, jangan2 keturunan kita nanti cuma bisa mengenal mereka melalui buku dan patung2...hopefully not.
Tips:
- Kalau mau ke taman safari jangan lupa membawa jaket hujan, payung dan baju ganti, karena disana bisa dipastikan selalu hujan. Gak lucu kan kalau tournya ruin because of rain?
- Sempatkan ke Baby Zoo, rugi berat kalau tidak.
- Datang sebelum jam 11 karena dengan begitu kita bisa melihat seluruh show gratisnya...
- Bawa kamera sendiri, jadi gak usah ngeluarin uang extra untuk foto polaroid di baby zoo.
- Parents... make at least 1 time with your child(ren) to go here... It is really worth a lot.

Thursday, November 15, 2007

Eureka Tower (Last Days Trip 3)

.Salah satu pemandangan yang indah.


Eureka Tower memang jadi kebanggaan orang Melbourne, karena ini merupakan bangunan residensial yang paling tinggi buat saat ini didunia, 92 tingkat. Penasaran pengen liat Melbourne dari atas, wah Eureka Tower memang tempat yang tepat deh. Memang ada Rialto Tower juga, tapi ini lebih menjulang lagi deh. Dan tentunya lebih spektakuler.

Yang terbuka buat umum tentu saja cuma daerah skydecknya yang terletak di lantai 88, biaya masuknya gak mahal (apalagi kalau pakai student card). Di lobby lantai dasar setelah kita membeli pass masuk ada ruangan dengan meja yang ternyata touch screen, ada beberapa topik yang menarik seputar australia yang bisa kita baca sebelum menuju lift. Pas kita di lift menuju keatas terasa deh kalau ada perubahan tekanan udara, soalnya telingaku jadi agak bengung seperti kalau ada di pesawat yang lagi take off.

Pas kita keluar dari lift, wah tinggi juga ya... ditengah2 lantai 88 itu ada cafe, dan toko penjualan cindera mata, sedangkan di sekelilingnya jendela2 kaca yang menampakkan pemandangan Melbourne (which is amazing). Enaknya lagi disekeliling jendela2 itu memang disediakan tempat duduk yang cozy... wah jadi malas keluar deh. Suamiku sempat ngajak keluar sih (memang ada serambi luar), tapi aku buru2 masuk karena windy banget. Dan didinding serta lantainya ada running text yang memberi informasi tentang kota melbourne (terutama cerita dibalik places of interest-nya), menarik banget deh isinya. Salah satu isinya yang bikin aku kaget adalah ternyata Queen Victoria Market tempat aku kerja selama di Melbourne itu rupanya bekas kuburan dan sampai sekarang dibawah lantainya masih ada mayat-mayat yang memang gak di relokasi... Arghhhh, sereeeem deh. Kayaknya aku punya feeling deh dimana tempat persisnya. Soalnya kalau aku kerja hari sabtu dan Kassandra aku ajak kesana, dia tuh nangis gak keruan, gak mau diajak masuk ke toko. Padahal kalau hari lain dia malah senang banget diajak ke toko. Juga ada text yang ngasih tau kalau MCG itu dulunya pangkalan udara dan lain2.

Udah ilang kagetnya aku sekeluarga masuk deh The Edge. Ini ruangan berukuran 3x3 m yang dikelilingi kaca, memang sih awalnya kacanya punya frosty effect, trus berasa kalau ruangan itu jalan. Kita masih nyantai aja, trus pas ruangannya berhenti..eng ing eng frost effectnya mati dan kaca beninglah yang ada disekeliling kita. Langsung deh Syahan mengeluarkan jeritan takut dan spontan loncat ke pelukanku...ha..ha..ha. Buat aku sih not so scary, tapi memang terasa kalau kita tuh ada diluar (bukan cuma pinggiran) gedung, aku malah amazed sama pemandangannya, definetely beautifull. Cukup lama juga kita didalam sana (sempat foto yang harus ditebus diluar karena kamera pribadi gak boleh masuk ke ruangan The Edge).

Pokoknya kalau ke Melbourne jangan lupa ke Eureka Tower deh, dan jangan lupa nyobain The Edge. Suasana sore dengan capucinno ditangan, melihat sekeliling jendela yang menawarkan pemandangan Melbourne...it just feels right.

Sunday, November 11, 2007

Puffing Billy Trip (Last Days Trips 2)

Puffing Billy toot.. toot.. all aboard please







.


.
.



.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Faces at the beautifull Lake
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah dari awal tahun berjanji sama Syahan kalau kita mau naik kereta api kuno Thomas, akhirnya hari minggu terakhir kita di Melbourne (tanggal 22 juli 2007) kita menculik om Romy dari pekerjaan di Pasar, bolos kerja juga (untung boss kita baik hati ya Rom)dan memenuhi janji sama Syahan. Kita ke Melbourne central station dengan bermodalkan tiket sunday saver, dan dari sana kita naik kereta jurusan ke Blegrave... wah perjalanannya panjang juga lho, sekitar 1 jam. Nah dari sana kita langsung beli tiket buat naik itu kereta uap. Ada 2 pilihan rute sih, yang pertama yang agak pendek sampai ke Emerald Lake, dan yang satu lagi aku lupa kemana. Tapi kita milih yang ke Emerald Lake dengan perkiraan perjalanannya juga udah lumayan jauh (makan waktu 1 jam juga). Kalau terlalu lama ntar takut anak2 rewel dan bosan.

Puffing Billy ini memang harus di coba lho, apalagi buat yang punya anak2, biar anaknya bisa ngerasain naik kereta yang masih jalan dengan kekuatan uap. Memang biayanya gak bisa dibilang murah (aku lupa harga persisnya), but it's really worth the money.

Nah dari stasiun Belgrave mulai deh kita jalan (kebetulan kita dapet kereta yang warna hijau (seperti tokoh Percy di Thomas & friends, Syahan girang banget deh). Deg degan juga sih karena keretanya jalannya kadang2 lancar tapi kadang2 juga agak lambat kalau kekuatan uapnya berkurang (tapi gak pake mogok kok he..he), banyak banget penumpang yang duduk di tepi jendela dan berpegan pada teralisnya (jadi kakinya menjuntai2 gitu deh). Termasuk my Beautifull Kassandra yang ogah duduk manis di kursi tapi ikutan bergelantungan di jendela menikmati dinginnya udara winter. Akhirnya semuanya deh pada ikutan gelantungan di jendela.
Pemandangan sepanjang jalannya indah banget, bisa di jadikan wallpaper gitu deh dan sepanjang jalan juga orang pada bales2an teriak Halo (baik yang di kereta maupung orang diluar kereta). Perhentian pertama kita di Menzies Creek, nyempetin deh foto2, dan gak lama kita berangkat lagi ke Emerald lake.

Sesampainya di Emerald Lake....wowwww indah banget, Danaunya luas dan kalau punya banyak waktu bisa tuh keliling lake yang luas dan indah itu, sayang banget kita datangnya pake trip yang terakhir jadi gak bisa terlalu banyak explore. Saran aku nih kalau memang mau naik Puffing Billy, lebih baik pagi2 karena kita bisa milih naik kereta pulang yang berikutnya (kereta yang Emerald Lake terakhir pulang ke Belgrave jam 5 sore). Jadi bisa explore lebih puas.

Kita pulang jam 5 sore dari Emerald lake dan nyampe di Belgrave jam 6 lewat, trus nerusin naik kereta ke City, setelah makan malam di Nelayan, kita pulang deh. Capekkkk banget, tapi puasss, apalagi malam harinya sebelum tidur dapet cium sayang dari Syahan yang bilang "I am Happy today Mommy"..ohhhh Syahan.... you are sweet....

Tuesday, October 30, 2007

Docklands (Last days Trips 1)

*Kassandra yang (tumben) rewel*


















Tadaaaa...... akhirnya aku balik lagi ke Indonesia, setelah selama 18 bulan berkelana di negara orang.... Lega deh bisa pulang dan ketemu sanak saudara. Dan juga lega karena akhirnya perjuangan dinegara orang bisa berbuah manis. Suamiku dapet gelar Master dan aku serta anak2 dapet pengalaman indah selama 18 bulan itu.

2 bulan sudah aku di jakarta, dan hari ini aku menyempatkan diri untuk melihat2 kembali foto2 selama aku di Melbourne... Jadi bernostalgia deh... Aku ingat Melbourne dan daerah lain yang sempat aku jelajahi dengan
teman2 sepenanggungan.. Sempat jalan yang jauh dan bermodal (karena harus sewa mobil dan menginap) seperti ke Great Ocean Road, Philip Island, Ballarat. Dan ada juga perjalanan singkat yang modalnya tiket daily atau ongkos parkir mobil.Kedua perjalanan itu sama-sama indah karena dijalani bersama teman (walaupun ada juga yang jadi mantan teman ya..ha..ha..ha)

Sekarang aku mau share nih perjalanan hari2 terakhirku di Melbourne, yang gak butuh modal banyak tapi tetap aja indah (apalagi dengan suasana Melbourne in winter).

Jalan-jalan ke Docklands sih gak memakan waktu banyak 1 atau 2 jam aja udah puas.. Disana lumayan bagus kok kalau dijadikan latar buat berfoto-foto (he..he..he, ketahuan banget niatnya apa). Kata mas Herlambang sih disini ada fish and chips yang enaaakkk banget, tapi berhubung kita baru makan siang maka warungnya cuma dilewatin aja (juga menghemat kali ya..hi..hi..hi), sayangnya Kassandra agak rewel karena kurang mantep tidur siangnya, tapi setelah minum hot chocolate di Starbucks dia jadi happy lagi deh. Tempatnya emang OK, dan disana banyak yatch yang lagi pada parkir (ehm mungkin salah satunya ada punyanya James Packer (pemilik Crown Casino), tapi sayangnya kita udah semangat mau foto2 tapi ada gate khusus buat mendekati para yatch itu. Trus bisa juga berfoto dengan latar Telstra Dome (kayak fotoku diatas itu loh he..he..he), atau mau sekedar mengagumi bangunan waterfront apartments (tapi aku kok jadi ngebayangin tsunami ya?) Semuanya asyik kok. Perjanalan singkat hari ini akhirnya kita tutup dengan ngafe di Starbucks (walaupun banyak juga cafe yang lain, tapi kita gak yakin sama rasanya, kapok nyoba2 deh).